MUTIARA HIKMAH

#Ibnu Mas’ud Ra: Aku tidak menyesal seperti penyesalanku terhadap sehari yang berlalu, yang berarti jatah usiaku berkurang, sementara amalku tidak bertambah.

Selamat Datang di Blog Pribadi I S N A E N I

Ikhwanul Muslimin Menang di Pemilu Mesir

Cairo - Ikhwanul Muslimin meraih 40 persen suara dalam penghitungan kotak suara hasil pemilihan umum pertama usai tumbangnya Presiden Husni Mubarak.

Keterangan tersebut disampaikan sumber tepercaya, Rabu, 30 November 2011 waktu setempat, setelah panitia pemungutan berhasil mengumpulkan hampir seluruh kotak suara yang ada.

Meski belum dinyatakan 100 persen memenangi perebutan kursi parlemen, jelas sumber, organisasi yang didirikan oleh intelektual Hassan al-Banna ini diperkirakan akan menguasai mayoritas kursi parlemen. Namun keputusan tersebut masih menunggu enam pekan lagi.

Pemilu putaran pertama yang berlangsung pada Senin dan Selasa diwarnai kekerasan. Bahkan sejumlah orang tewas akibat bentrok dengan aparat kepolisian di Lapangan Tahrir. Pemungutan suara ini juga merupakan yang pertama kalinya digelar sejak Presiden Husni Mubarak jatuh pada Februari lalu.

Total kursi yang diperebutkan oleh partai-partai politik sebanyak 498 kursi. Seluruhnya diperebutkan oleh wakil-wakil partai dan calon individu.

"Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP) unggul di beberapa provinsi dalam pemungutan suara putaran pertama mengalahkan Ikhwanul Muslimin," ujar seorang sumber di FJP.

Penghitungan hasil akhir pemungutan suara putaran pertama Senin dan Selasa diharapkan akan diketahui hari ini. Pemungutan suara putaran pertama berlangsung di sembilan provinsi, termasuk di Kairo, yakni Alexandria, Port Said, Damietta, Luxor, dan Assiut.

Basil Adel, anggota Partai Rakyat Mesir Bebas, mengatakan sampai sejauh ini penghitungan suara di Kairo baru mencapai 20-30 persen. Menurut dia, Ikhwanul Muslimin berhasil mengeduk dukungan 40-50 persen di Kairo. Sementara partai ultrakonservatif Partai Islam al-Nour hanya meraih 5-7 pesen suara di Kairo.

Sumber: www.tempo.co
Read more »

Dua Tuntutan Mihwar Muasasi

Oleh : KH. HILMI AMINUDDIN
Ketua Majelis SYuro PKS

Secara mihwar dakwah kita sekarang berada dalam posisi mihwar muasasi (poros pelembagaan). Seperti sering saya katakana bahwa mihwar muasasi adalah muqaddimah dari mihwar daulah(poros Negara). Karena itu setiap agenda, perencanaan, proyeksi-proyeksi, dan langkah-langkah dalam mihwar ini seluruhnya harus diperhitungkan, apakah bisa mengantarkan dakwah kemihwar daulah bahkan mempercepatnya.

Mihwar muasasi yang tuntutannya adalah untuk bisa mengantarkan jama’ah dan dakwah ini menuju mihwar daulah menuntut persyaratanpersyaratan berikut:

1. Mihwar Basyari
Pertama, adalah mihwar basyari, yaitu satu poros hubungan kemanusiaan dalam jama’ah ini bahkan antara setiap potensi umat Islam.

Al-Mahabbah wal Ulfah
Mihwar basyari ini harus dipenuhi mahabbah wal ulfah. Dipenuhi rasa cinta dan keakraban. Rasa cinta yang bukan hanya dipendam dalam hati, tetapi nampak dalam kehidupan yang akrab satu dengan yang lainnya.

Ash-Shilah wat-Tawashul
Mihwar basyari ini harus diwarnai dengan ash-shilah wat-tawashul. Selalu memelihara hubungan komunikasi, saling menziarahi, saling telepon, saling kirim SMS dengan segala wasail al-haditsiyah nya. Segala prasarana modern kita gunakan agar setiap potensi dakwah selalu dalam keadaan shilah wat-tawashul. Jangan sampai mahabbah wal ulfah hanya terefleksikan dalam kerinduan-kerinduan jarak jauh tanpa direalisir dalam hubungan dan komunikasi yang kontinyu. Di daerah manapun berada, di dalam posisi apapun kita bertugas dan kondisi apapun, mahabbah wal ulfah harus bisa merefleksikan ash-shilah wat-tawashul.

At-Tasyawur wat-Tafahum
Dalam poros hubungan kemanusiaan ini, kita harus selalu mengembangkan at-tasyawur wat-tafahum. Kita secara fitri dikaruniai oleh Allah SWT potensi dan kafa’ah yang berbeda-beda,syakilah yang berbeda-beda. Agar setiap syakilah, kafa’ah, dan khibrah kita berpadu dan teratur dalam langkah-langkah amal jama’i, maka kita harus selalu tasyawur wat-tafahum. Bermusyawarah untuk tukar menukar pikiran, pengalaman, dan ide, akhirnya melahirkan sebuah agenda dan rencana bersama, dengan masing-masing mengerahkan setiap syakilah, kafa’ah, dankhibrah yang dimilikinya. Ini tidak mungkin dilakukan kecuali bila kita selalu melakukantasyawur yang kemudian diikuti dengan tafahum. Tasyawur wat-tafahum merupakan mihwar basyari, poros hubungan kemanusiaan yang dibutuhkan untuk membangun amal jama’i yang kokoh, baik dan produktif.

At-Ta’awun wat-Takaful
Tasyawur wat-tafahum harus diikuti pula dengan ta’awun wa takaful. Saling kerjasama dan saling sepenanggungan, sehingga bukan saja terjadi tauhidu shaf tetapi juga tauhidu juhud. Seluruh juhud, upaya dan usaha kita, terkonsentrasikan pada program yang sudah disepakati bersama. Melalui semangat ta’awun wa takaful yang didahului oleh tasyawur wat-tafahum.

Ad-Da’m wal Isnad
Dalam poros hubungan kemanusiaan ini harus selalu memperhatikan ad-da’m wal isnad,dukungan dan back-up. Betapapun sudah ada pembagian tugas sesuai dengan job-deskripsi yang sudah ditentukan, tetapi tidak boleh hanya khusyu dengan kerja sendiri kemudian sama sekali mengabaikan dan tidak memperhatikan kerja ikhwah lain yang mungkin perlu dukungan kita. Minimal do’a, ide, bahkan dukungan potensi materiil kita. Walaupun pembiayaan bidang kita belun cukup, tetapi kita harus melihat jangan-jangan ada yang lebih tidak cukup dari kita. Oleh karena itu ad-da’m wal isnad,semangat saling mendukung dan mem-back up akan tugas masing-masing harus dihidup suburkan dalam konteks hubungan antar manusia, antar personil di lingkungan ikhwan dan akhwat.

2. Mihwar Idari
Kemudian mihwar jama’i dakwah harus didukung oleh mihwar idari, poros manajeman.

Ta’zizul Intima’
Idariyah kita pada hakekatnya diselenggarakan dengan pendekatan ta’zizul intima untuk mengokohkan dan membuktikan komitmen kita kepada dakwah ini. Manajemen dakwah kita pertama kali harus melahirkan ta’zizul intima’, pengokohan komitmen bukan malah membuyarkan komitmen. Ini adalah tuntutan rabbani. Al-Quranul karim menyatakan,

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. 3: 159)

Saya ingatkan bahwa sesudah sampai ke azm yang dibangun melalui rahmat Allah SWT, dan rahmat Allah tidak mungkin diraih kecuali dengan peningkatan kualitas ta’abud wa taqrubkepada Allah SWT sehingga menjadi orang-orang yang mustahiqiina birahmatillah, banyak menerima rahmat Allah, dengan rahmat Allah itu menjadi linta lahum, hubungan di antara kita menjadi penuh dengan kelembutan, kesantunan, keakraban, dan kemesraan. Sebaliknya, na’udzubillah, bila hubungan itu, ghalizal qolb, diwarnai dengan kekakuan muamalah, kegersangan hati, kerigidan dalam interaksi, potensi akan berantakan.

Maka, kesadaran akan kekurangan dan kelemahan diri, serta kesadaran akan saling mem back-up, memperbaiki kelemaha itu akan menimbulkan fa’fu anhum. Setelah memaafkan dan tanpa diminta kemudian memintakan ampun dari Allah, wastaghfirlahum. Dengan kondisi seperti itu insya Allah, musyawarah kita akan menjadi produktif, wasyawirhum fil amri. Musyawarah itu menghasilkan azm. Fa idza azamta fa tawakkal ‘alallah. Dan itulah yang akan mendapat dukungan dari Allah SWT. Manajemen dakwah kita harus melahirkan pengokohan kepada komitmen, bukan malah merusak komitmen. Naudzubillahi min dzalik.

An-Nash-hu wat-Tasdid
Dalam mihwar idari harus ada semangat an-nash-hu wat-tasdid. Yaitu saling member nasihat untuk meningkatkan akurasi dalam menggunakan dan mengarahkan potensi, dalam memilih pilihan aktivitas-aktivitas dalam mengarahkan potensi kita secara akurat melalui prosestawashau bil haqqi wa tawashau bi-shabri wa tawashau bil marhamah.

Tawashau bil haqqi untuk menjaga kemungkinan penyimpangan-penyimpangan. Kemungkinan melemahnya potensi-potensi kita dari yang haq bisa ditangkal dengan tawashau bi shabri. Dalam menghadapi tantangan dan kesulitan, bisa saja terjadi efek-efek kelemahan. Mungkin secara maknawi, minimal gamang menghadapi tantangan berat, mungkin secara fikri ragu untuk menggapai cita-cita dakwah, mungkin secara fisik menjadi lesu. Di sinilah perlunya An-Nash-hu wat-Tasdid melalui tawashau bi shabri. Begitu juga dalam perjalanan dakwah, kita akan menemui resiko-resiko, na’udzubillah, musibah-musibah, kesulitan-kesulitan. Sudah barang tentu kita tidak kan membiarkan ikhwan dan akhwat menghadapi kesulitan tanpa sentuhan-sentuhan tawashau bil marhamah.

Tawashau bil marhamah untuk menghindarkan potensi kita terjebak kepada kesulitan dan kelesuan yang diakibatkan kesulitan-kesulitan hidup. Mungkin sekarang yang paling menonjol kesulitan hidup secara ekonomi. Dengan tawashau bil marhamah, betapapun beratnya krisis yang kita hadapi, potensi dakwah tetap tegar dan segar bugar, bisa menunaikan tugas-tugasnya dengan baik.

At-Tadrib wa Ta’hil
Dalam melaksanakan tugas-tugas, dalam menggerakkan potensi-potensinya, dakwah harus punya sifat at-Tadrib wa Ta’hil, memberikan pelatihan dan peningkatan kafa’ah. Dengan demikian setiap potensi kita terlatih dan berkeahlian. At-Tadrib wa Ta’hil adalah pendekatan manajerial yang ketiga yang selalu harus kita perhatikan sehingga setiap ikhwan dan akhwat dalam melaksanakan tugas-tugasnya justru merasa dalam rangka meningkatkan potensi, kafa’ah dan khibrahnya.

Al-Amaliyyah wal Intajiyyah
Pendekatan idariyah keempat adalah bagaimana dakwah selalu menggerakkan Amaliyyah wal Intajiyyah. Kita komitmen kepada dakwah dan jama’ah ini melalui tarbiyah. Dan tarbiyah kita merupakan tarbiyah amaliyyah wal intajiyyah. Bukan tarbiyah tsaqofiyah bahtah, hanya meningkatkan wawasan islamologi semata. Tarbiyah kita selain meningkatkan wawasan keilmuan juga meningkatkan wawasan kemampuan aplikasi dalam amal ibadah.

Oleh karena itu manajemen kita harus memperkirakan setiap peningkatan wawasan keilmuan langsung terefleksikan dalam amaliyah islamiyah atau operasional maidaniyah. Sehingga tidak ada potensi yang wuquf atau potensi yang statis dan diam di tempat.

Wal intajiyah, setiap langkah program harus dilihat oleh manajemen tingkat produktivitasnya. Jangan asal kerja, sebab pekerjaan yang tidak produktif berarti manajemen sudah memubazirkan potensi.

At-Tathwir wat Tawrits
Mihwar idari kita dalam amal jama’i adalah at-tathwir wat tawrits, pengembangan dan pewarisan. Dakwah kita bukan dakwah yang dilandasi oleh geografis dan demografis. Dakwah kita tidak dibatasi oleh jadwal waktu, tetapi berlangsung terus hingga yaumil qiyamah, yang memerlukan estafeta antar generasi. Karena itu manajemen dalam meletakkan program-program dan agenda-agendanya harus sekaligus mengandung at-tathwir, pengembangan potensi agar lebih mampu menyongsong masa depan, sekaligus juga at-tawrits, khibrat as-salaf yang bisa diwariskan atau ditransfer kepada khalaf. Sehingga dalam dakwah ini tidak ada ilmu simpanan sebagaimana dikenal dalam ilmu persilatan. Seluruh khibrat wa kafa’ah harus bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Pewarisan juga bukan yang muqallid, yang statis. Tetapi pewarisan yang muthawwir, pewarisan bisa dikembangkan. Tathwir Khibrat wal kafa’at harus sekaligus dengan tawrits khibrat wal kafa’at. Sehingga dengan demikian poros amal jama’i dalam jama’ah ini bisa kita pertahankan kegairahannya, dinamikanya, dan produktivitasnya secara baik. Insya Allah.
Read more »

Kantor Bupati Dikirimi Crude Oil

INDRAMAYU, (KC).- Gara-gara kasus pencemaran crude oil (minyak mentah) dinilai tak pernah diusut tuntas oleh pemerintah setempat, petambak dan nelayan nekat ngontrog sejumlah instansi, Senin (28/11).

Aksi para petani tersebut mendapat sokongan dari aktivis lingkungan dari Komunitas Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi). Mereka turut serta dalam rombongan petambak dan nelayan yang melakukan aksi tersebut.
Saat itu, mereka mengirimkan paket berupa kantung-kantung berisi minyak mentah ke kantor Bupati Indramayu, DPRD, Kantor Lingkungan Hidup dan kantor-kantor pemerintah lainnya. Kontan aksi tersebut sempat mengundang perhatian para pegawai pemerintah di lingkungan kantor setempat.

Tindakan spontan petambak dan nelayan tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas tingginya pencemaran akibat tumpahan minyak mentah di sepanjang wilayah pesisir Indramayu. Mereka pun kecewa karena kasus pencemaran yang telah merugikan petani tambak dan nelayan itu tidak pernah diusut penyebabnya oleh pemkab dan instansi setempat serta pihak terkait lainnya.

Aksi pengiriman paket crude oil yang dilakukan sejumlah petani tambak dan nelayan terlebih dulu mendatangi kantor Kecamatan Pasekan kemudian Dinas Perikanan dan Kelautan dan Kantor Pelabuhan Indramayu. Mereka memperlihatkan jaring-jaring miliknya yang rusak akibat pencemaran.
Crude oil yang ditemukan di sepanjang pesisir pantai Indramayu selanjutnya dibawa ke Kantor Perkebunan dan Kehutanan, Kantor Lingkungan Hidup, Kantor Kecamatan Indramayu dan berakhir di kantor Bupati dan DPRD setempat. Ditempat itu, mereka langsung menyerahkan sebagian paket kantung plastik berisi berisi crude oil.

Menurut salah satu petani tambak dan nelayan, Latif (46 tahun), warga Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, kejadian serupa di lapangan telah terjadi enam pencemaran akibat ceceran crude oil di laut dan termasuk areal tambak sejak Januari sampai November 2011. Dan tiga kasus pencemaran terakhir yakni terjadi sepanjang bulan November yakni pada tanggal 12 dan 22 di pantai Balok dan Payang Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan dan tanggal 27 ditemukannya ceceran minyak mentah di sekitar sero berjarak saekira 800 meter dari pantai Balongan.

"Akibat beberapa kejadian pencemaran itu menyebabkan kematian ikan, udang, dan biota lainya. Bahkan hasil tangkapan nelayan juga menurun drastis karena jaring nelayan terkena lumuran minyak mentah. Pencemaran meluas hingga ke wilayah sero yang berjarak hingga 800 meter dari bibir pantai," katanya.
Meski pencemaran itu telah banyak merugikan nelayan, namun hingga saat ini tidak ada pihak yang bertanggung jawab. Padahal di Indramayu sudah jelas terdapat banyak kegiatan tambang minyak berupa eksplorasi dan pengolahan oleh Pertamina EP Region Jawa dan Pertamina RU VI Balongan.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Indramayu, Syaefudin menyatakan, dengan adanya temuan ceceran crude di sekitar laut Indramayu ini, pihaknya akan melakukan mediasi dengan pihak pelaku migas yang ada di Kab. Indramayu, seperti PT Pertamina (Persero) RU IV, EP dan TTU Balongan, bersama masyarakat nelayan dan pihak lainnya. "Ini persoalannya biar jelas. Sekaligus juga kalau itu benar, kenapa sih pihak pelaku migas tidak secara jantan mengaku dan siap bertanggung jawab. Karena kalau menutup diri, maka upaya untuk pencarian dan solusi untuk mengatasi persoalan ini akan sulit. Jadi kami ingin adanya keterbukaan dari pihak pelaku migas," tegas Syaefudin.

Untuk itu, tegas Syaefudin, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan untuk melakukan dengar pendapat. "Pemanggilan ini perlu dilakukan, agar terang benderang. Sekaligus pelaku migas juga kami harapkan, ada keterbukaan terakait persoalan pencemaran ini," harapnya.

Sumber: Kabar-Cirebon.com
Read more »

Dana Bansos Digunakan Pilkada Hingga Pilpres

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy menilai, dana bantuan sosial yang ada dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau Daerah memang menguntungkan petahana. Tanpa perlu diselewengkan pun, kata Romy, dana itu menguntungkan kepala daerah yang ingin maju lagi dalam pemilihan berikutnya.

"Bansos sangat besar kemungkinannya mendongkrak popularitas petahana dan itu digunakan dari tingkat pemilihan di Kabupaten sampai Pemilihan Presiden," kata Romy di Senayan, Jakarta, Senin 28 November 2011.

Romy lalu menyebut penggelontoran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) contohnya. Sebelum Pemilihan Presiden digelar pada 2009 lalu, pemerintah mengucurkan hibah Rp300 ribu untuk warga tidak mampu. "Jadi, dengan alasan apa pun, ini sebuah risiko dari masih dibolehkannya petahana maju (tanpa mengundurkan diri terlebih dulu)," katanya.

Sebenarnya, kata Romy, UU sudah mengatur petahana yang ingin maju lagi di pemilihan harus mengundurkan diri. Namun Mahkamah Konstitusi kemudian menyatakan, hanya perlu cuti saat mengikuti proses pemilihan, tak perlu mengundurkan diri.

Karena itu, Romy menilai, tanpa diselewengkan pun, dana bansos sangat membantu petahana. Romy menyatakan, ada dua kemungkinan dana bansos ini bisa lolos masuk dalam APBD. Pertama, eksekutif berhasil 'menyelipkan' dana itu di APBD atau kedua, bersepakat dengan DPRD.

Meski begitu, Romy setuju langkah BPK mengusut sebagian dari dana bansos 2007-2010 sebesar Rp300 triliun telah diselewengkan. "BPK harus menyampaikan klarifikasi sebagai lembaga auditor, jangan sampai terbangun opini untuk hal yang sifatnya masih dugaan atau asumsi. Ini didasarkan pada audit yang dilakukan secara akurat karena 300 triliun rupiah itu bukan angka yang sedikit jika dibagi 50 kabupaten itu rata-rata sudah 6 miliar," kata Romy. "Dari total 300 triliun rupiah itu, berapa yang diselewengkan, berapa yang sebenarnya manfaat politiknya dipetik tanpa harus diselewengkan."

Jangan sampai, kata Romy, dana bansos yang sebenarnya bermanfaat itu kemudian dihilangkan sama sekali. "Mengacu pada empat jenis belanja, maka belanja modal dan belanja sosial harusnya memang yang paling tinggi. Jadi, kita sulit mengatakan bahwa ini harus dikurangi," kata Romy.

Sementara, Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, praktik dana bansos yang menyalahi peraturan harus ditindak tegas. "Hasil temuan BPK tersebut harus dibawa ke proses hukum. Jadi, temuan BPK bisa disampaikan ke DPR untuk dapat ditindaklanjuti, atau kedua, atau disampaikan ke aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan atau KPK," katanya.


Sumber: VivaNews.com

Read more »

 

KABAR MEDIA

TARBAWI

TIPS 'n TRIK